Senin, 27 Juni 2016

Jika Ada Yang Menyodorkan Tangan Untuk Salaman Setelah Shalat, apa kita harus menolaknya?



Di pertanyaan sebelumnya sudah dijelaskan bahwa salam-salaman setelah shalat jika dilakukan dengan anggapan itu ritual yang dianjurkan ini adalah perbuatan yang tidak ada asalnya dari syariat, dan semestinya ditinggalkan. Namun, jika ada jama’ah yang menyodorkan tangan untuk bersalam-salaman setelah shalat hendaknya tidak ditolak atau didiamkan. Al Mula Ali Al Qari rahimahullah berkata, “walaupun demikian, jika seorang ada Muslim menyodorkan tangannya untuk bersalaman (setelah shalat), maka jangan ditolak dengan menarik tangan. Karena hal ini akan menimbulkan gangguan yang lebih besar dari pada maslahah menjalankan adab (sunnah). Intinya, orang yang memulai salaman dengan anggapan itu disyariatkan, baginya makruh, namun tidak makruh bagi yang terpaksa menerima salamnya. Walaupun yang demikian ini terkadang ada unsur tolong-menolong dalam perkara bid’ah, wallahu a’lam.” (Mirqatul Mafatih, 7/2963).

Dan dalam keadaan tersebut hendaknya kita juga bersemangat untuk menasehati orang yang mengajak kita salaman tersebut dengan cara yang hikmah dan santun, jika memang memungkinkan. Nasehat dengan tangan, jika tidak mungkin, maka dengan lisan, jika tidak mungkin, minimal dengan hati. Adapun jika seseorang menyodorkan tangan untuk salaman karena memang belum sempat salaman sebelum shalat, bukan dengan anggapan perbuatan ini disyariatkan, maka sepatutnya sodoran tangan tadi disambut tanpa perlu ragu.
               
Sumber: muslim.or.id

Apakah dianjurkan bersalaman setelah shalat fardhu?



Ini hukumnya makruh karena tidak ada dalilnya. Karena yang disyariatkan bagi orang yang shalat dalam kondisi ini adalah segera membaca dzikir-dzikir sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam setiap selesai shalat fardhu.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin ketika ditanya mengenai hal ini, beliau menjawab: “salam-salaman yang demikian (rutin setelah shalat) tidak kami ketahui asalnya dari As Sunnah atau pun dari praktek para sahabat Nabi radhiallahu’anhum. Namun seseorang jika bersalaman setelah shalat bukan dalam rangka menganggap hal itu disyariatkan (setelah shalat), yaitu dalam rangka mempererat persaudaraan atau menumbuhkan rasa cinta, maka saya harap itu tidak mengapa. Karena memang orang-orang sudah biasa bersalaman untuk tujuan itu. Adapun melakukannya karena anggapan bahwa hal itu dianjurkan (setelah shalat) maka hendaknya tidak dilakukan, dan tidak boleh dilakukan sampai terdapat dalil yang mengesahkan bahwa hal itu sunnah. Dan saya tidak mengetahui bahwa hal itu disunnahkan” (Majmu’ Fatawa War Rasa-il, jilid 3, dinukil dari http://ar.islamway.net/fatwa/18117).

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz menyatakan: “pada asalnya bersalam-salaman itu disyariatkan ketika bertemu antar sesama muslim. Dan Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam biasa menyalami para sahabat nya jika bertemu dan para sahabat juga jika saling bertemu mereka bersalaman. Anas bin Malik radhiallahu’anhu dan Asy Sya’bi mengatakan:
كان أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم إذا تلاقوا تصافحوا وإذا قدموا من سفر تعانقوا
“para sahabat Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam jika saling bertemu mereka bersalaman, dan jika mereka datang dari safar mereka saling berpelukan”

Dan terdapat hadits shahih dalam Shahihain, bahwa Thalhah bin ‘Ubaidillah (salah satu dari 10 sahabat yang dijamin surga) datang dari pengajian bersama Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam menuju Ka’ab bin Malik radhiallahu’anhu yaitu ketika Ka’ab bertaubat kepada Allah (atas kesalahannya tidak ikut jihad, pent.). Thalhah pun bersalaman dengannya dan memberinya selamat atas taubatnya tersebut. Ini (budaya salaman) adalah perkara yang masyhur diantara kaum Muslimin di zaman Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam ataupun sepeninggal beliau.

Dan terdapat hadits shahih dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bahwa beliau bersabda:
ما من مسلمين يتلاقيان فيتصافحان إلا تحاتت عنهما ذنوبهما كما يتحات عن الشجرة ورقها
“Tidaklah dua orang muslim yang bertemu lalu berjabat tangan, melainkan berguguranlah dosa-dosanya sebagaimana gugurnya daun dari pohon”

Maka dianjurkan bersalam-salaman ketika bertemu di masjid atau di shaf. Jika belum sempat bersalaman sebelum shalat, maka hendaknya setelahnya sebagai bentuk keseriusan mengamalkan sunnah yang agung ini. Diantara hikmahnya juga ia dapat menguatkan ikatan cinta dan melunturkan kebencian. Namun, jika belum sempat bersalaman sebelum shalat, disyariatkan untuk bersalaman setelah shalat yaitu setelah membaca dzikir-dzikir setelah shalat (yang disyariatkan). 

Adapun shalat sunnah, juga disyariatkan untuk bersalaman setelah salam, jika memang belum sempat bersalam ketika sebelum shalat. Jika sudah salaman sebelum shalat maka sudah cukup (tidak perlu salaman lagi).” (Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, juz 11). 

Sumber: muslim.or.id

Bagaimana dengan orang yang sedang haid, apa mereka bisa mendapatkan bagian dari lailatul qadar?

Wanita haid, nifas dan musafir tetap bisa mendapatkan bagian lailatul qadar. Bentuk ibadah yang bisa dilakukan adalah: 
1. Membaca Al-quran tanpa menyentuh mushaf ( al-quran)
2. Berzikir dengan memperbanyak bacaan tasbih (subhanallah), tahlil (la ilaha illallah), tahmid (alhamdulillah) dan zikir lainnya
3. Memperbanyak istigfar
4. Memperbanyak doa
5. Membaca zikir ketika lailatul qadar

Sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat dari Aisyah radhiallahu ‘anha, “Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, jika aku menjumpai satu malam yang itu merupakan lailatul qadar, apa yang aku ucapkan?’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ucapkanlah,’ allahumma innaka ‘afuwwu tuhibbuu ‘afwa fa’fu ‘annii (YA ALLAH SESUNGGUHNYA ENGKAU DZAT YANG MAHA PEMAAF DAN PEMURAH MAKA MAAFKANLAH DIRIKU)

Dalam fatwa islam tanya-jawab dijelaskan, “Wanita haid boleh melakukan semua bentuk ibadah kecuali shalat, puasa, tawaf di ka’bah, dan i’tiqaf di masjid. Menghidupkan lailatul qadar tidak hanya dengan shalat namun mencakup semua bentuk ibadah. Al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan, makna menghidupkan malam lailatul adalah begadang di malam tersebut dengan melakukan ketaatan.

Minggu, 26 Juni 2016

Mana yang paling bagus antara jurusan IPA dan IPS?


Menurut penulis jurusan yang bagus itu adalah jurusan IPA karena IPA  ruang lingkupnya luas, pada saat tamat SMA nanti bisa memilih salah satu dari semua jurusan yang ada sedangkan jurusan IPS hanya beberapa dari jurusan yang ada. Tetapi yang lebih baiknya dalam pemilihan jurusan itu harus sesuai dengan minat dan tujuan kita nanti. Jika tujuan setelah tamat SMA ingin masuk di bagian kesehatan dan tehnik maka harus mengambil jurusan IPA. 

Dan ingat di jurusan IPA lebih ke angka yaitu berhitung hanya pelajaran biologi yang menggunakan tehnik menghapal, sedangkan IPS lebih ke wawasan dan menghapal hanya di pelajaran ekonomi yang menghitung itupun tidak terlalu ribet hanya tambah kurang kali dan bagi, tidak ada pelajaran aljabar ataupun logaritma. Dalam mencari jurusan setelah tamat SMA kita harus paham dan mengerti tentang apa saja jurusan yang di butuhkan di tahun yang akan datang, seperti di tahun penulis sekarang ini lebih dibutuhkan tehnik perminyakan, TI, elektro dan kedokteran. Jangan kita terpaku pada kampusnya saja dan sembarang memilih jurusannya, tetapi pandai-pandailah dalam memilih jurusan dan kampus itu no dua.

Apakah mengikuti organisasi itu bagus?


Apabila kita masih dalam status pelajar antara SD,SMP,SMA dan masuk jurusan IPA organisasi itu tidak bagus karena akan mengganggu kita dalam proses belajar. Tapi apabila kita masuk jurusan IPS alangkah bagusnya mengikuti organisasi, karena menurut penulis itu adalah ruang lingkupnya. Organisasi itu lebih ke outdoor dan bersosialisasi dengan orang banyak.

Apa yang harus kita ketahui tentang motor apabila kita dalam posisi perantauan dan tidak tau mengenai motor?

Kita harus tau tentang 5 hal ini yaitu oli, rantai, gir motor, ban dan kalbulator. Oli harus di ganti paling lama 1 bulan sekali. Rantai harus sering di kontrol jika terdengar suara aneh dari rantai segeralah di cek dan jangan lupa pemberian minyak rantai, bisa menggunakan oli bekas atau minyak manis. Gir motor harus di lihat jika gir masih terlihat tumpul atau berbentuk kotak berarti gir anda masih bagus tapi jika gir anda sudah lancip atau berbentuk seperti duri segeralah ganti kalau tidak rantai anda akan putus, kisaran harga 45.000-65.000. Ban jangan sampai kempes kalo perlu angin ban di isi dengan nitrogen karena ban akan awet dan pemakaiannya lemah enak. Kalbulator paling lama di bersihkan 3 bulan sekali paling cepat setiap bulan sekali. Faktor penyebab bensin menjadi boros yaitu jarang mengganti oli, ban kempes, rantai kendor, gir sudah haus, dan tidak pernah membersihkan kalbulator.

Bagaimana cara hidup yang jujur pada diri sendiri?


Jawabannya adalah hidup dengan suatu tujuan, dan secara konsisten merenungkan tiga pertanyaan mendasar tentang hidup sebagai berikut:
1. Sudahkah aku mengikuti kata hati dan jujur pada diri sendiri?
2. Sudahkah hidupku terfokus pada hal-hal yang penting bagiku?
3. Sudahkah aku menjadi sosok yang kuinginkan?