Sabtu, 25 Juni 2016

Sedikit Cerita dari Penulis yang Berjudul "Pramugari Genit"



Di sebuah kota yang terpencil di pulau Sumatra hiduplah satu keluarga dengan kehidupannya yang sederhana. Satu keluarga yang berjumlah 4 orang yang terdiri dari ayah, ibu dan 2 orang anak. Anak pertamanya laki-laki dan yang kedua perempuan. Cerita di mulai dari anak yang paling tua yang sudah menduduki kelas 3 SMA yang akan segera tamat dan akan melanjutkan ke jenjang berikutnya yaitu kuliah. Teman-teman sekolahnya sering memanggilnya binuy, namanya terdengar aneh tetapi cukup dikenal di kotanya. Waktu itu usianya 18 tahun, dia kelahiran tahun 96. Orangnya berperawakan manis di mata para wanita. Tingginya kira-kira 143 cm dengan berat badan 45 kg. Dia mempunyai satu motor pemberian dari ayahnya yang selalu ia gunakan untuk pergi ke sekolah. Motornya kelihatan tua dan tak terawat, dia sangat malas dalam merawat motor apalagi mencucinya. Mungkin kalo dihitung dalam 1 bulan hanya sekali dia cuci bahkan mengganti oli motorpun sering telat yang seharusnya 1 bulan sekali ini malahan baru 2 bulan ia menggantinya. Dia sangat malas dan sangat manja.
Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan telah berlalu. Ia sudah menyelesaikan ujian akhirnya dan harus segera berpikir dan menyiapkan diri untuk memilih kampus mana yang akan dia masuki. Ada beberapa permasalahan yang dia alami. Di kota tempat ia tinggal, kampus negri hanya ada 1 dan itu belum terlalu bagus dalam tingkat nasional, yang pada akhirnya dia memutuskan untuk merantau di pulau seberang yaitu pulau Jawa. Pulau yang belum pernah sekalipun ia kunjungi yang tak ada satu orangpun yang ia kenal. Dan permasalahan selanjutnya ia bingung dalam memilih kampus dan jurusan, tak begitu banyak informasi yang ia dapatkan.
Inilah yang ia alami sesaat setelah tamat dari SMA, dari guru yang begitu tak peduli dengan para murid. Yang apabila murid menanyakan ke gurunya mengenai kuliah, hanya jawaban yang tidak berbobot yang keluar dari mulut. Para guru yang hanya bisa membanggakan murid-murid yang telah sukses yang telah masuk di kampus ternama dan tak mengatakan kemana sisa muridnya yang lain, hanya itu yang bisa mereka lakukan. Tak ada hal lain yang bisa mereka lakukan selain itu. Di tambah zaman yang sudah berubah yang dulunya uang sebagai alat kita dan sekarang uanglah yang memperalat kita. Begitu mengerikan yang terjadi di zaman yang ia lalui. Tak banyak yang ia dapatkan di SMA selain dari membohongi diri sendiri dan bersikap tidak jujur. Sebuah kejujuran tidak di hargai, yang di hargai hanyalah seberapa tinggi nilai dan peringkat berapa yang kita dapat. Begitu banyak orang yang berlomba-lomba untuk mendapatkan nilai tinggi dan peringkat tanpa memikirkan sebuah kejujuran. Sebuah kebohongan diri yang di lakukan setiap hari yang di mana setelah guru mengajar mereka selalu melemparkan pertanyaan “apa sudah paham anak-anak?” dan murid-murid selalu menjawab “paham pak” padahal dari 30  murid hanya 5 murid yang paham sisanya hanya menggarut kepala. Mereka takut kalo mengatakan tidak paham mereka akan di marahi dan bahkan bakal terjadi suatu bencana yang di luar dugaan. Pendidikan yang sudah sangat berubah yang membuat murid-murid seakan berada di dalam penjara selama 3 tahun.
Waktu itu sudah larut malam dan binuy belum tidur, dia sedang bermain facebook di notebooknya. Pada saat ia membuka beranda tiba-tiba dia terdiam dan terpaku melihat ke arah satu nama, nama itu tak cukup asing baginya. Setelah mereview ingatan akhirnya dia mengetahui bahwa itu adalah temannya, seorang teman yang ia kenal dari sebuah komunitas yaitu komunitas skate. Dia kenal dan tau bahwa temannya itu sedang kuliah di pulau jawa. Tanpa pikir panjang ia segera mengirim pesan. Dan Tuhan mempermudah jalannya. Besoknya ia mendapatkan balasan yang isinya dia bisa membantu binuy dalam mencari kampus di pulau jawa. Binuy sangat gembira karena dia tidak menyangka jalannya di permudah oleh Tuhan. Dia bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan.
Seminggu setelah kejadian itu ia segera berangkat dan terbang ke pulau Jawa. Saat itu adalah pertama kalinya ia menaiki pesawat dan pertama kalinya juga ia pergi jauh dari kotanya. Dengan mengucapkan bismillah ia terbang ke pulau Jawa. Hanya satu perasaan yang ia rasakan setelah dan selama perjalanan yaitu rasa takut yang cukup besar. Dia hanya di bekali sebuah perkataan dari orang tuanya “jika nyasar dan tak tau jalan tanya sama orang, jangan diam saja, kan kamu punya mulut”. Jika ia mengingat perkataan orang tuanya itu rasa takutnya akan bertambah tinggi dan begitu juga hasrat ingin pipisnya. Dia bolak balik ke kamar mandi tanpa melihat di sekelilingnya bahwa orang-orang terus memperhatikannya di tambah bagian celana depan yang kelihatan basah karena semprotan air yang di sebabkan karena ia tak tau cara menggunakan closetnya. Sungguh tragis hari yang ia alami di tambah dia sendiri tak ada yang menemani seperti seorang jomblo yang sudah lama tidak punya pacar. Padahal sebenarnya dia memang jomblo. Dia kaku lebih kaku dari robot yang sedang berjalan. Mata orang-orang tak lepas dari memperhatikan binuy, mungkin terlintas di pikiran orang-orang “nih anak sakit atau uda gila? Mana pakaian seperti gembel. Lagian koperkan bisa di titipin di bagasi ini malah di bawa dan anehnya lagi itu koper ada roda kenapa gak di tarik aja ini malahan di gendong. Memang uda gila nih anak”. Waktu itu binuy terlihat seperti badut yang sedang tampil di tengah-tengah banyak orang padahal ia bukan badut.
Setelah sekian lama akhirnya iapun sampai di pulau Jawa. Selama ia di pesawat ia mengalami kejang-kejang, sesak napas, bibir pecah-pecah dan sariawan. Pertama kalinya ia menaiki pesawat pertama kalinya juga ia mendapatkan pengalaman terburuknya saat menaiki pesawat, pendaratan yang sangat kasar seperti di goncang gempa bumi 9,5 sr di tambah saat dia mendarat dia kebelet pengen pipis jadi yang seharusnya ia segera turun ia pergi ke kamar mandi di bagian belakang pesawat. Saat dia pipis tiba-tiba dia gelisah karena pintu kamar mandinya berbunyi seperti ada yang memaksa pintu agar terbuka, air kencingnya pun belepotan kemana-mana, dan yang di takutkan binuypun tiba. Seorang pramugari membuka pintu dan melihat binuy yang sedang pipis. Secara spontan pramugari hanya terdiam dan melihat ke arah tangan binuy, padahal tangannya sedang membersihkan burung. Setelah terdiam 1 menit pramugari itu mengucapkan maaf dan langsung menutup pintu. Binuy diam saja tanpa mengucapkan sepatah katapun. Setelah selesai binuy segera keluar dan mencari pramugari yang mengintipnya tadi. Tapi apa di sangka tak ada satupun pramugari yang ia lihat, suatu pemandangan yang mengherankan, seakan-akan tak ada orang di pesawat.
Dengan rasa cemas ia turun sambil menggendong kopernya. Hanya dia sendiri yang berjalan menuruni pesawat dan berjalan memasuki bandara karena yang lain sudah duluan pergi meninggalkannya. Bandaranya cukup luas sehingga membuat binuy harus menyisihkan waktunya untuk berkeliling di bandara dan segera keluar dari bandara. Kakinya kelelahan karena kesasar tak tau arah tanpa bertanya ke petugas ke arah mana pintu keluar. Binuy sangat penakut dan pemalu, tak tau itu turunan sifat dari ayah atau ibunya karena setau dia ayah dan ibunya tidak ada yang penakut dan pemalu, pemikiran yang anehpun terlintas di pikirannya, tetapi ia tepis karena dia tidak ingin tau dan benar-benar tidak pengen tau tentang permasalahan itu.
Hal baru dan suasana baru yang ia dapat di pulau Jawa. Setelah ia keluar dari bandara ia langsung bertemu dengan temannya dan segera tancap gas pergi ke tempat temannya tinggal. Selama di perjalanan binuy banyak di beri tau banyak hal oleh temannya tentang daerah sana. Selama dia mendengarkan temannya berbicara dia harus menutup hidungnya hingga sampai ke tempat tujuan karena temannya merokok selama di perjalanan. Setelah sampai binuy langsung pusing-pusing karena terlalu banyak menghirup asap rokok. Selama binuy mengikuti ujian temannya selalu bersedia mengantarnya. Temannya sangat baik dan sangat ramah. Namanya Manda, tingginya 180 cm beratnya 70 kg. Dia termasuk lelaki idaman di kampusnya. Bisa di katakan dia adalah teman yang paling baik dari teman yang pernah binuy temui dan dia adalah teman yang paling baik sedunia.
Itulah sebuah kisah kehidupan, kehidupan yang penuh banyak rasa, terkadang pahit dan terkadang manis. Kebanyakan orang selalu menginginkan hari-harinya terasa manis tetapi itu tidak akan dapat terjadi karena kita harus ingat kehidupan ini seperti roda yang selalu berputar. Yang selalu berputar selama waktu berjalan, 1 jam ini kita bisa merasakan manisnya kehidupan tetapi 1 jam kedepannya belum tentu kita bisa merasakan manis yang sama mungkin kita bakal merasakan pahitnya kehidupan. Jadi kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan harus bisa bersyukur atas apa yang terjadi dan yang di alami kita saat ini walau itu susah tapi ingat “Tuhan tidak akan membiarkan sesuatu terjadi dalam hidup anda jika itu bukan yang terbaik untuk anda” –Nick Vujicic. Dan satu hal yang harus kita ingat selalu “Dengan ilmu hidup menjadi mudah, dengan seni hidup menjadi indah, dengan agama hidup menjadi terarah”. Tuhan selalu ada untuk kita, ingatlah selalu kepada Tuhan maka Tuhan akan ingat selalu kepada kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar