Di
sebuah kota yang terpencil di pulau Sumatra hiduplah satu keluarga dengan
kehidupannya yang sederhana. Satu keluarga yang berjumlah 4 orang yang terdiri
dari ayah, ibu dan 2 orang anak. Anak pertamanya laki-laki dan yang kedua
perempuan. Cerita di mulai dari anak yang paling tua yang sudah menduduki kelas
3 SMA yang akan segera tamat dan akan melanjutkan ke jenjang berikutnya yaitu
kuliah. Teman-teman sekolahnya sering memanggilnya binuy, namanya terdengar
aneh tetapi cukup dikenal di kotanya. Waktu itu usianya 18 tahun, dia kelahiran
tahun 96. Orangnya berperawakan manis di mata para wanita. Tingginya kira-kira
143 cm dengan berat badan 45 kg. Dia mempunyai satu motor pemberian dari
ayahnya yang selalu ia gunakan untuk pergi ke sekolah. Motornya kelihatan tua
dan tak terawat, dia sangat malas dalam merawat motor apalagi mencucinya.
Mungkin kalo dihitung dalam 1 bulan hanya sekali dia cuci bahkan mengganti oli
motorpun sering telat yang seharusnya 1 bulan sekali ini malahan baru 2 bulan
ia menggantinya. Dia sangat malas dan sangat manja.
Hari
demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan telah berlalu. Ia sudah
menyelesaikan ujian akhirnya dan harus segera berpikir dan menyiapkan diri untuk
memilih kampus mana yang akan dia masuki. Ada beberapa permasalahan yang dia
alami. Di kota tempat ia tinggal, kampus negri hanya ada 1 dan itu belum
terlalu bagus dalam tingkat nasional, yang pada akhirnya dia memutuskan untuk
merantau di pulau seberang yaitu pulau Jawa. Pulau yang belum pernah sekalipun
ia kunjungi yang tak ada satu orangpun yang ia kenal. Dan permasalahan
selanjutnya ia bingung dalam memilih kampus dan jurusan, tak begitu banyak
informasi yang ia dapatkan.
Inilah
yang ia alami sesaat setelah tamat dari SMA, dari guru yang begitu tak peduli
dengan para murid. Yang apabila murid menanyakan ke gurunya mengenai kuliah,
hanya jawaban yang tidak berbobot yang keluar dari mulut. Para guru yang hanya
bisa membanggakan murid-murid yang telah sukses yang telah masuk di kampus
ternama dan tak mengatakan kemana sisa muridnya yang lain, hanya itu yang bisa
mereka lakukan. Tak ada hal lain yang bisa mereka lakukan selain itu. Di tambah
zaman yang sudah berubah yang dulunya uang sebagai alat kita dan sekarang
uanglah yang memperalat kita. Begitu mengerikan yang terjadi di zaman yang ia
lalui. Tak banyak yang ia dapatkan di SMA selain dari membohongi diri sendiri
dan bersikap tidak jujur. Sebuah kejujuran tidak di hargai, yang di hargai
hanyalah seberapa tinggi nilai dan peringkat berapa yang kita dapat. Begitu
banyak orang yang berlomba-lomba untuk mendapatkan nilai tinggi dan peringkat
tanpa memikirkan sebuah kejujuran. Sebuah kebohongan diri yang di lakukan
setiap hari yang di mana setelah guru mengajar mereka selalu melemparkan
pertanyaan “apa sudah paham anak-anak?” dan murid-murid selalu menjawab “paham
pak” padahal dari 30 murid hanya 5 murid
yang paham sisanya hanya menggarut kepala. Mereka takut kalo mengatakan tidak
paham mereka akan di marahi dan bahkan bakal terjadi suatu bencana yang di luar
dugaan. Pendidikan yang sudah sangat berubah yang membuat murid-murid seakan
berada di dalam penjara selama 3 tahun.
Waktu
itu sudah larut malam dan binuy belum tidur, dia sedang bermain facebook di
notebooknya. Pada saat ia membuka beranda tiba-tiba dia terdiam dan terpaku
melihat ke arah satu nama, nama itu tak cukup asing baginya. Setelah mereview
ingatan akhirnya dia mengetahui bahwa itu adalah temannya, seorang teman yang
ia kenal dari sebuah komunitas yaitu komunitas skate. Dia kenal dan tau bahwa
temannya itu sedang kuliah di pulau jawa. Tanpa pikir panjang ia segera
mengirim pesan. Dan Tuhan mempermudah jalannya. Besoknya ia mendapatkan balasan
yang isinya dia bisa membantu binuy dalam mencari kampus di pulau jawa. Binuy
sangat gembira karena dia tidak menyangka jalannya di permudah oleh Tuhan. Dia
bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan.
Seminggu
setelah kejadian itu ia segera berangkat dan terbang ke pulau Jawa. Saat itu
adalah pertama kalinya ia menaiki pesawat dan pertama kalinya juga ia pergi
jauh dari kotanya. Dengan mengucapkan bismillah
ia terbang ke pulau Jawa. Hanya satu perasaan yang ia rasakan setelah dan
selama perjalanan yaitu rasa takut yang cukup besar. Dia hanya di bekali sebuah
perkataan dari orang tuanya “jika nyasar dan tak tau jalan tanya sama orang,
jangan diam saja, kan kamu punya mulut”. Jika ia mengingat perkataan orang
tuanya itu rasa takutnya akan bertambah tinggi dan begitu juga hasrat ingin
pipisnya. Dia bolak balik ke kamar mandi tanpa melihat di sekelilingnya bahwa
orang-orang terus memperhatikannya di tambah bagian celana depan yang kelihatan
basah karena semprotan air yang di sebabkan karena ia tak tau cara menggunakan
closetnya. Sungguh tragis hari yang ia alami di tambah dia sendiri tak ada yang
menemani seperti seorang jomblo yang sudah lama tidak punya pacar. Padahal
sebenarnya dia memang jomblo. Dia kaku lebih kaku dari robot yang sedang
berjalan. Mata orang-orang tak lepas dari memperhatikan binuy, mungkin
terlintas di pikiran orang-orang “nih anak sakit atau uda gila? Mana pakaian
seperti gembel. Lagian koperkan bisa di titipin di bagasi ini malah di bawa dan
anehnya lagi itu koper ada roda kenapa gak di tarik aja ini malahan di gendong.
Memang uda gila nih anak”. Waktu itu binuy terlihat seperti badut yang sedang tampil
di tengah-tengah banyak orang padahal ia bukan badut.
Setelah
sekian lama akhirnya iapun sampai di pulau Jawa. Selama ia di pesawat ia
mengalami kejang-kejang, sesak napas, bibir pecah-pecah dan sariawan. Pertama
kalinya ia menaiki pesawat pertama kalinya juga ia mendapatkan pengalaman
terburuknya saat menaiki pesawat, pendaratan yang sangat kasar seperti di
goncang gempa bumi 9,5 sr di tambah saat dia mendarat dia kebelet pengen pipis
jadi yang seharusnya ia segera turun ia pergi ke kamar mandi di bagian belakang
pesawat. Saat dia pipis tiba-tiba dia gelisah karena pintu kamar mandinya
berbunyi seperti ada yang memaksa pintu agar terbuka, air kencingnya pun
belepotan kemana-mana, dan yang di takutkan binuypun tiba. Seorang pramugari
membuka pintu dan melihat binuy yang sedang pipis. Secara spontan pramugari
hanya terdiam dan melihat ke arah tangan binuy, padahal tangannya sedang
membersihkan burung. Setelah terdiam 1 menit pramugari itu mengucapkan maaf dan
langsung menutup pintu. Binuy diam saja tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Setelah selesai binuy segera keluar dan mencari pramugari yang mengintipnya
tadi. Tapi apa di sangka tak ada satupun pramugari yang ia lihat, suatu
pemandangan yang mengherankan, seakan-akan tak ada orang di pesawat.
Dengan
rasa cemas ia turun sambil menggendong kopernya. Hanya dia sendiri yang
berjalan menuruni pesawat dan berjalan memasuki bandara karena yang lain sudah
duluan pergi meninggalkannya. Bandaranya cukup luas sehingga membuat binuy
harus menyisihkan waktunya untuk berkeliling di bandara dan segera keluar dari
bandara. Kakinya kelelahan karena kesasar tak tau arah tanpa bertanya ke
petugas ke arah mana pintu keluar. Binuy sangat penakut dan pemalu, tak tau itu
turunan sifat dari ayah atau ibunya karena setau dia ayah dan ibunya tidak ada
yang penakut dan pemalu, pemikiran yang anehpun terlintas di pikirannya, tetapi
ia tepis karena dia tidak ingin tau dan benar-benar tidak pengen tau tentang
permasalahan itu.
Hal
baru dan suasana baru yang ia dapat di pulau Jawa. Setelah ia keluar dari
bandara ia langsung bertemu dengan temannya dan segera tancap gas pergi ke
tempat temannya tinggal. Selama di perjalanan binuy banyak di beri tau banyak
hal oleh temannya tentang daerah sana. Selama dia mendengarkan temannya
berbicara dia harus menutup hidungnya hingga sampai ke tempat tujuan karena
temannya merokok selama di perjalanan. Setelah sampai binuy langsung
pusing-pusing karena terlalu banyak menghirup asap rokok. Selama binuy
mengikuti ujian temannya selalu bersedia mengantarnya. Temannya sangat baik dan
sangat ramah. Namanya Manda, tingginya 180 cm beratnya 70 kg. Dia termasuk
lelaki idaman di kampusnya. Bisa di katakan dia adalah teman yang paling baik
dari teman yang pernah binuy temui dan dia adalah teman yang paling baik sedunia.
Itulah
sebuah kisah kehidupan, kehidupan yang penuh banyak rasa, terkadang pahit dan
terkadang manis. Kebanyakan orang selalu menginginkan hari-harinya terasa manis
tetapi itu tidak akan dapat terjadi karena kita harus ingat kehidupan ini
seperti roda yang selalu berputar. Yang selalu berputar selama waktu berjalan,
1 jam ini kita bisa merasakan manisnya kehidupan tetapi 1 jam kedepannya belum
tentu kita bisa merasakan manis yang sama mungkin kita bakal merasakan pahitnya
kehidupan. Jadi kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan harus bisa bersyukur atas
apa yang terjadi dan yang di alami kita saat ini walau itu susah tapi ingat
“Tuhan tidak akan membiarkan sesuatu terjadi dalam hidup anda jika itu bukan
yang terbaik untuk anda” –Nick Vujicic. Dan satu hal yang harus kita ingat
selalu “Dengan ilmu hidup menjadi mudah, dengan seni hidup menjadi indah, dengan
agama hidup menjadi terarah”. Tuhan selalu ada untuk kita, ingatlah selalu
kepada Tuhan maka Tuhan akan ingat selalu kepada kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar