Senin, 27 Juni 2016

Bagaimana dengan orang yang sedang haid, apa mereka bisa mendapatkan bagian dari lailatul qadar?

Wanita haid, nifas dan musafir tetap bisa mendapatkan bagian lailatul qadar. Bentuk ibadah yang bisa dilakukan adalah: 
1. Membaca Al-quran tanpa menyentuh mushaf ( al-quran)
2. Berzikir dengan memperbanyak bacaan tasbih (subhanallah), tahlil (la ilaha illallah), tahmid (alhamdulillah) dan zikir lainnya
3. Memperbanyak istigfar
4. Memperbanyak doa
5. Membaca zikir ketika lailatul qadar

Sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat dari Aisyah radhiallahu ‘anha, “Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, jika aku menjumpai satu malam yang itu merupakan lailatul qadar, apa yang aku ucapkan?’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ucapkanlah,’ allahumma innaka ‘afuwwu tuhibbuu ‘afwa fa’fu ‘annii (YA ALLAH SESUNGGUHNYA ENGKAU DZAT YANG MAHA PEMAAF DAN PEMURAH MAKA MAAFKANLAH DIRIKU)

Dalam fatwa islam tanya-jawab dijelaskan, “Wanita haid boleh melakukan semua bentuk ibadah kecuali shalat, puasa, tawaf di ka’bah, dan i’tiqaf di masjid. Menghidupkan lailatul qadar tidak hanya dengan shalat namun mencakup semua bentuk ibadah. Al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan, makna menghidupkan malam lailatul adalah begadang di malam tersebut dengan melakukan ketaatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar