Wanita haid, nifas dan
musafir tetap bisa mendapatkan bagian lailatul qadar. Bentuk ibadah yang bisa
dilakukan adalah:
1. Membaca Al-quran tanpa menyentuh mushaf ( al-quran)
2. Berzikir dengan memperbanyak bacaan
tasbih (subhanallah), tahlil (la ilaha illallah), tahmid (alhamdulillah) dan
zikir lainnya
3. Memperbanyak istigfar
4. Memperbanyak doa
5. Membaca zikir ketika lailatul qadar
Sebagaimana
yang disebutkan dalam riwayat dari Aisyah radhiallahu ‘anha, “Aku bertanya,
“Wahai Rasulullah, jika aku menjumpai satu malam yang itu merupakan lailatul
qadar, apa yang aku ucapkan?’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,
“Ucapkanlah,’ allahumma innaka ‘afuwwu tuhibbuu ‘afwa fa’fu ‘annii (YA
ALLAH SESUNGGUHNYA ENGKAU DZAT YANG MAHA PEMAAF DAN PEMURAH MAKA MAAFKANLAH
DIRIKU)
Dalam
fatwa islam tanya-jawab dijelaskan, “Wanita haid boleh melakukan semua bentuk
ibadah kecuali shalat, puasa, tawaf di ka’bah, dan i’tiqaf di masjid.
Menghidupkan lailatul qadar tidak hanya dengan shalat namun mencakup semua
bentuk ibadah. Al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan, makna menghidupkan malam
lailatul adalah begadang di malam tersebut dengan melakukan ketaatan.
Sumber:
www.islam-qa.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar